Blog berisi informasi pendidikan dan konten sejarah. Setiap detik yang berlalu adalah bagian dari sejarah.

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya menuntut ilmu walau sesaat, ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya - Imam Syafi'i
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTIKEL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Desember 2022

Aksi Nyata Menyebarkan pemahaman "Mengapa kurikulum perlu berubah?"


Dalam dunia pendidikan adanya kurikulum merupakan bagian penting. Kurikulum menentukan arah dan tujuan pendidikan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran guru menentukan bagaimana proses berjalannya pendidikan pada setia satuan pendidikan.












Silahkan berikan tanggapan anda terkait aksi nyata ini melalui kolom komentar dibawah artikel ini.
 

Share:

Selasa, 12 Juli 2022

PROGRAM TANJAK MERAH (TERAMPIL DAN BIJAK MERAPIKAN SAMPAH)

 Program ini bertujuan untuk :

  • Membangun rasa peduli terhadap kebersihan bagi semua warga sekolah
  • Menjaga kebersihan dilingkungan sekolah dengan melakukan pembiasaan buang sampah ditempat sampah
  • Mendorong kreatifitas murid untuk membuang sampah pada tempatnya kemudian membuat program keberlanjutan terkait pengelolaan sampah (daur ulang)

 

A.       PERISTIWA (FACT)

LATAR BELAKANG

     “Pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak; menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat” (Ki Hajar Dewantara).  Sesuai dengan filosofi kihajar dewantara maka perlu rasanya kita melakukan pembiasaan kepada murid untuk menjaga kebersihan dimana saja berada, Hal ini bisa dimulai dari lingkungan sekolah.

     Program Tanjak Merah (Terampil dan Bijak Merapikan Sampah) adalah sebuah progam yang mendorong murid untuk terbiasa membuang sampah pada tempatnya, kemudian juga mendorong murid untuk kreatif dalam mendaur ulang sampah agar bernilai guna. Murid dilibatkan serta dalam mengkampanyekan Program "Tanjak Merah". Murid diberikan kebebasan dalam menyampaikan ide tentang upaya meningkatkan kebersihan, ide ini bisa mereka buat dalam bentuk Slogan Kebersihan atau disampaikan kepada guru. Murid juga didorong untuk mampu berkreatifitas mendaur ulang sampah agar bernilai guna sesuai dengan kreatiftas mereka masing dan murid juga dilibatkan sebagai pengurus dan pengelola Program Tanjak Merah.

     Program Tanjak Merah akan dikembangkan di SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau. Sekolah ini memiliki karakteristik sekolah untuk pembinaan para atlit Berdasarkan observasi di SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau ditemukan bahwa :

1.    Pengelolaan sampah kurang efktif

2.    Rendahnyakepedulian warga sekolah terhadap lingkungan yang bersih

3.    Sampah Organik dan an organic tidak dipilah dan tidakada proses daur ulang

Inilah alasan Aksi nyata ini di lakukan untuk mewujudkan langkah pengelolaan program yang berdampak pada murid dengan berbasis pemetaan aset sekolah menggunakan model BAGJA  Yang dilakukan guna memastikan sebuah program yang berdampak pada murid. Sehingga bisa menjadi langkah konkrit keterlibatan sebagai pemimpin dalam pengembangan sekolah.

Selain itu alasan utama dibalik program ini adalah pada terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih yang mendorong perkembangan murid secara holistik, murid yang bahagia dan juga memiliki nilai – nilai pribadi yang unggul, berbudaya serta memiliki karakter profil pelajar pancasila.

KERANGKA BAGJA PROGRAM TANJAK MERAH (TERAMPIL DAN BIJAK MERAPIKAN SAMPAH)

BUAT PERTANYAAN :

  1. Bagaimana Cara agar Warga sekolah memiliki kebiasaan baik dalam mengelola sampah, memiliki kebiasaan baik untuk membuang sampah, serta mendaur ulang sampah
  2. Bagaimana Program yang tepat untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih

AMBIL PELAJARAN :

  1. Meminta pandangan dan masukan murid tentang kebersihan linkungan sekolah (Suara)
  2. Menawarkan kepada murid tentang rancangan program Tanjak Merah (Pilihan)
  3. Menerima usulan dan masukan murid yang baus terhadap program tanjak merah dan menerapakan nya dalam program (kepemilikan)

GALI MIMPI

  1. Melihat pelaksanaan awal program tanjak merah dan melibatkan murid dalam sosialisasi program

JABARKAN RENCANA

  1. Berkoordinasi dan melibatkan bagian prasarana sekolah dalam menyediakan tempat sampah yang layak
  2. Mulai sosialisasi Kegiatan tanjak merah(Terampil dan bijak merapikan sampah) diawali dengan sosialisasi untuk membuang sampah pada tempatnya
  3. Melakukan pengawasan berjalanya program.
  4. Melanjutkan dengan program daur ulang.

ATUR EKSEKUSI

  1. Eavaluasi Program Tanjak merah dengan mengamati proses keterlibatan warga sekolah dalam Program ini

 

HASIL AKSI NYATA YANG DILAKUKAN

B.       PERASAAN (FEELING)

Perasaan saat merencanakan aksi nyata program yang berdampak pada murid ini adalah  merasa tertantang karena program ini harus menekankan pada aspek dampak langsung pada diri murid misalnya kepedulian, gotong royong, mandiri, dan aspek lain, literasi, keimanan,  kedispilinan,dan kemampuan kepemimpinan bisa menjadi bekal murid untuk kehidupan yang lebih baik sebagai individu maupun anggota masyarakat. Perasaan saat program ini terlaksana perasaan bahagia dan juga optimis dengan pencapaian program dengan pencapaian program yang sudah berjalan, terlaksananya program ini tidak terlepas dari kolaborasi semua pemangku kepentingan terutama murid yang sangat antusias terlibat dalam program dan rekan dari  UKS, tenaga kebersihan guru, dan semua warga sekolah mengkoordinir kegiatan. Saya pun bertambah antusias terlibat dalam program baik dari murid dan seluruh pemangku kepentingan di sekolah. Dengan respon yang baik dari warga sekolah terutama murid membuat saya ingin terus terlibat dalam pengelolaan program ini agar lebih baik lagi ke depannya dan dengan harapan dapat terus berkelanjutan.

 

C.       PEMBELAJARAN (FINDING) YANG DI DAPAT DARI PELAKSANAAN AKSI NYATA.

     Pembelajaran yang di dapatkan dari aksi nyata adalah terwujudnya Program Tanjak Merah terampil dan bijak merapikan sampah adalah dengan program ini  lingkungan sekolah menjadibersih, semua warga sekolah memahami pentingnya membuang sampah pada tempatnya  ini mendorong nilai-nilai pembelajaran  serta jiwa kepemimpinan, gotong royong, dan menjadi murid yang mandiri, gotong royong dan dapat mengekspresikan minatnya maupun potensinya pada akhirnya besar harapan saya bahwa program ini akan bisa mewujudkan profil  pelajar pancasila.

     Dari aksi nyata ini saya mendapatkan banyak pelajaran penting, yaitu bagaimana saya menyusun dan mengelola sebuah program yang berdampak pada murid dengan pemetaan aset model BAGJA. Selain itu saya menyadari pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk suksesnya program ini. Saya juga belajar bahwa peran guru tidak terbatas pada pembelajaran di dalam kelas saja namun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada murid.

D.       PENERAPAN KEDEPAN (FUTURE) RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI MASA DEPAN

     Rencana perbaikan ke depan yaitu dapat melibatkan semua kelas untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan mampu memanfaatkan sampah menjadi bernilai guna  serta menjadi wadah pengembangan minat murid selain itu kedepannya perlu pembagian kerja yang terkoordinir murid dapat bekerjasama dengan wali kelas sebagai bentuk dukungan untuk menambah semangat anak menampilkan kreatifitasnya dalam menciptakan ruang ide kreatif dengan tetap peduli pada lingkungan. Selain itu perlu peningkatan kolaborasi wali kelas dan murid dalam hal ini murid butuh pendampingan dan bimbingan dari wali kelas pada saat melakukan kegiatan agar program dapat berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

FOTO-FOTO AKSI NYATA

 







   

Share:

Minggu, 12 Juni 2022

MEMAHAMI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI BERSAMA CALON GURU PENGGERAK DAN KOMUNITAS MGMP SEJARAH KOTA PEKANBARU

Pada hari sabtu tanggal 11 November 2022 komunitas guru sejarah SMA Negeri dan Swasta Pekanbaru melaksanakan kegiatan belajar dan diskusi tentang materi pembelajaran berdiferensiasi bersama Calon guru penggerak di SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau. Materi ini disampaikan oleh Nono Suganda, S.Pd calon guru penggerak angkatan 4 Kota Pekanbaru. Berikut rangkuman kegiatan tersebut :

KONTEN MATERI YANG DIPELAJARI :

Apa itu pembelajaran berdiferensiasi?

          Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar murid dirancang untuk mendukung semua murid dikelas kita. Keputusan-keputusan tersebut dibuat berkaitan dengan :

  1. Kurikulum yang memiliki tujuan pembelajaran yang didefinisikan secara jelas.
  2. Bagaimana guru  merespon kebutuhan murid.
  3. Bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar dan bekerja keras mencapai tujuan belajar yang tinggi.
  4. Manajemen kelas yang efektif
  5. Penilaian berkelanjutan.

 Bagaimana merespon dan mengidentifikasi kebutuhan murid?

          Menurut Tomlinson (2001) dalam bukunya yang berjudul how to differentiate instruction in mixed ability classroom menyampaikan bahwa kita dapat mengkategorikan kebutuhan belajar murid, paling tidak berdasarkan 3 aspek. Ketiga aspek tersebut adalah:

  1. Kesiapan belajar (readiness) adalah kapasitas untuk mempelajari materi baru. Sebuah tugas yang mempertimbangkan tingkat kesiapan murid akan membawa murid keluar dari zona nyaman mereka, namun dengan lingkungan belajar yang tepat dan dukungan yang memadai, mereka tetap dapat menguasai materi baru tersebut. Alat yang disebut equalizer yang diperkenalkan oleh tomlinson untuk mengidentifikasi kesiapan belejar murid(tomlinson, 2001) 
  2. Minat Murid merupakan suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberikan kepuasan diri.
  3. Profil belajar mengacu pada cara-cara bagaimana kita sebagai individu paling baik belajar. Tujuan dari mengidentifikasi atau memetakan kebutuhan belajar murid berdasarkan profil belajar adalah untuk memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar secara natural dan efisien. Profil belajar juga berkaitan dengan gaya belajar. Secara umum gaya belajar ada tiga, yaitu: Visual: belajar dengan melihat (misalnya melalui materi yang berupa gambar, menampilkan diagram, power point, catatan, peta, graphic organizer ); Auditori: belajar dengan mendengar (misalnya mendengarkan penjelasan guru, membaca dengan keras, mendengarkan pendapat  saat berdiskusi, mendengarkan musik); Kinestetik: belajar sambil melakukan (misalnya bergerak dan meregangkan tubuh, kegiatan hands on, dsb). 
Bagaimana Strategi mendiferensiasi pembelajaran?

  1. Strategi Konten yaitu terkait materi pengetahuan, konsep,  dan keterampilan yang perlu  dipelajari murid berdasarkan  kurikulum dilakukan dengan membedakan  pengorganisasian, membedakan format  penyampaian
  2. Strategi Proses yaitu kegiatan yang  memungkinkan murid  berlatih dan memahami  konten, membedakan proses  yang harus dijalani oleh  murid.
  3. Strategi Produk yaitu bukti yang menunjukkan apa  yang murid telah pahami dilakukan dengan membedakan dan  memodifikasi produk  sebagai hasil belajar  murid, hasil latihan,  penerapan, dan  pengembangan apa  yang telah dipelajari.

RESPON GURU SEJARAH TERHADAP PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI 

" Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang efektif untuk diterapkan Dalam kelas yang terdiri Dari berbagai macam siswa dengan minat belajar nya masing masing" GIRI HANDITO _ SMAN 5 PEKANBARU
"Tujuan pembelajaran diferensiasi.sebenarnya secara tdk langsung sudah terapkan dgn membawa anak ke alam pikiran nya dgn apa yg sdh kita ajarkan.dan mereka jg bisa memberi pendapat sesuai dgn pemikiran mereka" NOVA _ SMAN 3 PEKANBARU 
"Bermanfaat sekali, metode yg sering kita gunakan tapi tdk tahu kalau itu adalah merdeka belajar, dg adanya penjelasan ini saya paham dg pembelajaran berdiferensiasi"  YANTI YULFINA_SMA NEGERI OLAHRAGA 
FOTO-FOTO KEGIATAN







Share:

Jumat, 10 Juni 2022

CONTOH RPP SEJARAH BERDIFERENSIASI

Pembelajaran berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (common sense) yang dibuat oleh guru dalam menciptakan pembelajaran yang berorientasi kepada kebutuhan murid. Yaitu dengan melakukan pemetaan kebutuhan belajar murid yang memperhatikan kesiapan belajar, minat dan profil belajar murid. Berikut contoh RPP Sejarah berdiferensiasi :


Share:

Kamis, 02 Juni 2022

3.2.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya

PEMETAAN ASET SMAN OLAHRAGA PROVINSI RIAU

SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau adalah Sekolah Khusus Keberbakatan Olahraga yang berada di Pusat Kota Pekanbaru Ibukota Provinsi Riau. Sekolah ini beralamat di Jl.Yos Sudarso No. 103 Kelurahan Lembah Damai Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Sekolah ini berdiri dari tahun 2009.

Modal Manusia

Sumber daya manusia yang berkualitas, investasi pada sumber daya manusia menjadi sangat penting yang berhubungan dengan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan harga diri seseorang. Modal manusia merupakan dimensi kualitatif dari sumberdaya manusia, seperti keahlian dan keterampilan, yang akan memengaruhi kemampuan produktif manusia tersebut. Dimensi kualitatif tersebut diperoleh melalui pendidikan, pelatihan dan kesehatan. SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau memiliki cukup banyak aset manusia. Secara keseluruhan jika dihitung secara rinci maka dapat dirincikan :

Jumlah Siswa : 473 Orang

Jumlah Pendidik :40 Orang dengan pendidikan terendah S1 dan tertinggi S2

Jumlah tenaga kependidikan : 54 OrangDimana terdiri atas Kepala sekolah, Pegawai tata usaha, Uks, Perpustakaan, Petugas Kebersihan, Securty, Gharim, Pengasuh Asrama dan ditambah dengan Pelatih yang telah memilik sertifikat kepelatihan tingkat nasional. Dengan jumlah yang tenaga kependidikan yang banyak ini, Hal ini sangat mendukung segala kegiatan yang dilaksanakan sekolah utamanya dalam pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi covid seperti sekarang ini. Disamping itu, diantara kepala sekolah, guru, dan juga staff memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat erat dan selalu saling membantu jika ada masalah-masalah yang dihadapi.

Modal Sosial

Secara sosial SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau mendapat dukungan dari masyarakat sekitar terhadap program – program sekolah, yang menumbuhkan kepercayaan juga sehingga mempercayakan pendidikan anaknya di sekolah ini. Penerimaan siswa baru pun setiap tahun ajaran baru selalu mencapai target. Selain itu di SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau terdapat tata tertib sekolah yang mengatur dan mengikat semua warga sekolah untuk patuh dan tertib sesuai tugas dan kewajiban masing-masing. Sekolah ini juga melaksanakan pembiasaan setiap harinya untuk meningkatkan disiplin, sikap religius, dan juga rasa nasionalisme. Ini dapat dilihat dengan terlaksananya ibadah rutin, dan upacar bendera, serta pembiasaan menyanyikan lagu nasional.

Modal Fisik

Secara fisik SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau telah memiliki infrastruktur yang memadai, dimana disekolah terdapat 1 Gedung kantor, 1 Bangunan perpustakaan, 1 Bangunan UKS, 1 Ruangan Seni,2 Gedung Asrama, 1 Bangunan Masjid, Kantin dan Koperasi dan dilengkapi dengan ruang fitnes dan fasilitas olahraga sesuai dengan cabang olahraga yang yang dibidangi oleh siswa/i di sekolah ini. Selain itu sekolah sekolah ini juga terdapat akses internet yang bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran dselama 24 jam.

Modal Lingkungan/Alam

SMA Negeri Olahraga terletak di wilayah yang strategis, dilingkunan komplek khusus olahraga yang dibangun oleh pemerintah provinsi riau. Sekolah ini jugamudah diakses transportasi, selain itu juga tidak jauh dari lembaga pendidikan yang lebih tinggi karena terdapat Universitas dan politeknik.Ini memiliki nilai penting untuk memacu siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Modal Finansial

Modal finansial di sekolah kami masih mengandalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Sumbangan dari orang tua siswa melalui komite sekolah.Bantuan dari dinas pendidikan melalui bidang SMA dan Pendidikan Layanan Khusus (PLK). Serta dari donatur yang tidak mengikat tetapi memiliki kepentingan untuk memajukan pendidikan dan Olahraga.

Modal Politik

Untuk modal politik yang dimiliki sekolah yaitu bersinergi dengan pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga. Selain itu sekolah ini juga memiliki beberapa kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kota yang memilik atlit-atlit daerah yang bersekolah di SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau. Serta mendapat dukungan dari KONI dan Klub-Klub Olahraga.

Modal Agama dan Budaya

Untuk modal agama dan budaya yang dimiliki oleh SMA Negeri Olahraga Provinsi Riau yaitu sekolah teridiri atas siswa yang beragam agama dan budayanya. Sekolah memfasilitasi pelaksanaan ibadah bersama sesuai dengan agamanya masing-masing sesuai dengan jadwal masing-masing, seperti sholat 5 waktu dan kegiatan magrib mengaji,serta kebaktian bagi siswa beragama kristen.


Share:

Rabu, 01 Juni 2022

KUNJUNGAN MGMP SEJARAH KOTA PEKANBARU "YUK MENGENAL CANDI MUARA TAKUS DAN MASJID JAMI AIR TIRIS" SITUS SEJARAH KABUPATEN KAMPAR


MGMP Guru Sejarah kota Pekanbaru mengadakan lawatan sejarah ke kabupaten Kampar Propinsi Riau pada  Sabtu 28 Mei 2022. Dalam lawatan ini guru-guru sejarah mengunjungi Komplek situs Candi Muara Takus terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar dan Masjid Jam'i yang terletak di Kecamatan Air Tiris. Untuk lebih jelas mengenal 2 situs ini berikut artikel tentang Candi Muara Takus dan Masjid Jami di Kabupaten Kampar.

CANDI MUARA TAKUS

Candi Muara Takus merupakan situs peninggalan peradaban Buddha yang ada di pulau Sumatera dari masa kerajaan Sriwijaya yang lahir pada Abad ke 7. Bangunan ini terletak di Desa Muara Takus Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Situs ini berjarak kurang lebih 117 Kilometer dari Kota Pekanbaru atau jika ditempuh dengan waktu kurang lebih 3 jam dari pusat kota Pekanbaru. Di dalam komplek  situs Candi Muara Takus ini terdapat beberapa bangunan candi yaitu Candi Tua, Candi Bungsu, Stupa Mahligai serta Candi Palangka. Selain bangunan candi tersebut di dalam komplek candi kita juga bisa melihat gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Sementara di luar situs ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata, yang belum dapat dipastikan apakah sisa bangunan candi atau sebagai pembatas . Dilihat dari bentuk stupa, maka diperkirakan berasal dari seni India awal, yaitu mirip dengan anak bukit buatan yang berbentuk setengah lingkaran tertutup dengan bata atau timbunan dan diberi puncak meru. Stupa adalah ciri khas bangunan suci agama Budha. Komplek Situs Candi Muara Takus tidak jauh dari sungai kampar.




Candi Mahligai

Candi Mahligai atau dikenal juga dengan sebutan Stupa Mahligai, merupakan bangunan candi yang dianggap paling utuh. Bangunan ini terbagi atas tiga bagian, yaitu kaki, badan, dan atap. Stupa ini memiliki fondasi berdenah persegi panjang dan berukuran 9,44 m x 10,6 m, serta memiliki 28 sisi yang mengelilingi alas candi dengan pintu masuk berada di sebelah Selatan. dahulu bagian puncak menara terdapat batu dengan lukisan daun oval dan relief-relief sekelilingnya. Bangunan ini diduga mengalami dua tahap pembangunan. Dugaan in didasarkan pada kenyataan bahwa di dalam kaki bangunan yang sekarang terdapat profil kaki bangunan lama sebelum bangunan diperbesar.

Candi Tua 

Candi Tua atau Candi Sulung merupakan bangunan terbesar di antara bangunan lainnya di dalam situs Candi Muara Takus. Bangunan ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kaki, badan, dan atap. Bagian kaki terbagi dua. Ukuran kaki pertama tingginya 2,37 m sedangkan yang kedua mempunyai ketinggian 1,98 m. Tangga masuk terdapat di sisi Barat dan sisi Timur yang didekorasi dengan arca singa. Lebar masing-masing tangga 3,08 m dan 4 m. Dilihat dari sisa bangunan bagian dasar mempunyai bentuk lingkaran dengan garis tengah ± 7 m dan tinggi 2,50 m. Ukuran fondasi bangunan candi ini adalah 31,65 m x 20,20 m. Fondasi candi ini memiliki 36 sisi yang mengelilingi bagian dasar. Bagian atas dari bangunan ini adalah bundaran. Tidak ada ruang kosong sama sekali di bagian dalam Candi Sulung. Bangunan terbuat dari susunan bata dengan tambahan batu pasir yang hanya digunakan untuk membuat sudut-sudut bangunan, pilaster-pilaster, dan pelipit-pelipit pembatas perbingkaian bawah kaki candi dengan tubuh kaki serta pembatas tubuh kaki dengan perbingkaian atas kaki. Berdasarkan penelitian tahun 1983 diketahui bahwa candi ini paling tidak telah mengalami dua tahap pembangunan. Indikasi mengenai hal ini dapat dilihat dari adanya profil bangunan yang tertutup oleh dinding lain yang bentuk profilnya berbeda.

Candi Bungsu

Candi Bungsu bentuknya tidak jauh beda dengan Candi Sulung. Hanya saja pada bagian atas berbentuk segi empat. Ia berdiri di sebelah barat Candi Mahligai dengan ukuran 13,20 x 16,20 meter. Di sebelah timur terdapat stupa-stupa kecil serta terdapat sebuah tangga yang terbuat dari batu putih. Bagian fondasi bangunan memiliki 20 sisi, dengan sebuah bidang di atasnya. Pada bidang tersebut terdapat teratai. Dalam tanah tersebut didapatkan tiga keping potongan emas dan satu keping lagi terdapat di dasar lubang, yang digores dengan gambar-gambar tricula dan tiga huruf Nagari. Di bawah lubang, ditemukan sepotong batu persegi yang pada sisi bawahnya ternyata digores dengan gambar tricula dan sembilan buah huruf. Bangunan ini dibagi menjadi dua bagian menurut jenis bahan yang digunakan. Kurang lebih separuh bangunan bagian Utara terbuat dari batu pasir, sedangkan separuh bangunan bagian selatan terbuat dari bata. Batas antara kedua bagian tersebut mengikuti bentuk profil bangunan yang terbuat dari batu pasir. Hal ini menunjukkan bahwa bagian bangunan yang terbuat dari batu pasir telah selesai dibangun kemudian ditambahkan bagian bangunan yang terbuat dari bata.

Candi Palangka 

Bangunan candi ini terletak di sisi timur Stupa Mahligai dengan ukuran tubuh candi 5,10 m x 5,7 m dengan tinggi sekitar dua meter. Candi ini terbuat dari batu bata, dan memiliki pintu masuk yang menghadap ke arah utara.

MASJID JAMI AIR TIRIS

Masjid jami air tiris didirikan pada tahun 1901. Masjid ini merupakan Masjid tertua yang ada di kabupaten Kampar.  Masjid ini dibangun menggunakan bahan dasar kayu. Masjid ini dibangun bertiang. Dengan dibangun bertiang maka sesuai fungsinya masjid ini bisa terhindar dari banjir luapan sungai Kampar. Keunikan Masjid ini walaupun dibangun dengan menggunakan kayu, namun untuk menghubungkan kayu-kayu tersebut tidak menggunakan paku. Pada awalnya masjid ini dibangun dengan atap daun, namun seiring perkembangan zaman, atap masjid ini diperbaiki menggunakan seng. Lokasi Masjid ini berada di Desa Tanjung Berulak, Dusun Pasar Usang, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Dulunya lokasi disekitar masjid ini merupakan lokasi pasar yang berada ditepian sungai kampar, tempat persinggahan pedagang yang melakukan transaksi dagang dari wilayah Sumatera Barat sampai ke Kerajaan Siak Sri  Indrapura.




Share:

Selasa, 15 Maret 2022

PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL SERTA TEKNIK STOP

Pembelajaran Sosial dan Emosional yang ditujukan untuk jenjang pendidikan usia dini hingga menengah ini dikembangkan pada tahun 1994 oleh sekelompok pendidik, peneliti, dan pendamping anak (salah satunya adalah Psikolog Daniel Goleman, pencetus teori Kecerdasan Emosi).  Kerangka Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis penelitian ini bertujuan untuk mendorong perkembangan anak secara positif dengan program yang terkoordinasi secara lebih baik antara berbagai pihak dalam komunitas sekolah.

Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. Pembelajaran sosial dan emosional yang mengacu pada kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) (www.casel.org). Pendekatan SEL yang efektif seringkali menggabungkan empat elemen yang diwakili oleh akronim SAFE (https://casel.org/what-is-sel/approaches/) :

  • Sequential/berurutan:   Aktivitas yang terhubung dan terkoordinasi untuk mendorong pengembangan keterampilan
  • Active/aktif: bentuk Pembelajaran Aktif yang melibatkan murid untuk menguasai keterampilan dan sikap baru
  • Focused/fokus: ada unsur pengembangan keterampilan sosial maupun  personal
  • Explicit/eksplisit: tertuju pada pengembangan keterampilan sosial dan emosional tertentu secara eksplisit.

Pembelajaran Sosial Emosional diharapkan mampu membantu pemahaman dan penerapan Bapak/Ibu guru dalam mengelola aspek sosial dan emosional diri sendiri sekaligus dapat menerapkannya pembelajaran sosial dan emosional pada murid secara lebih sistematik dan komprehensif.

Pembelajaran sosial dan emosional bertujuan:

  • Memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi (kesadaran diri)
  • Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri)
  • Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
  • Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan membangun relasi)
  • Membuat keputusan yang bertanggung jawab.  (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)

Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE)  dapat dilakukan dengan 4 cara:

  1. Mengajarkan Kompetensi Sosial Emosional (KSE)  secara spesifik dan eksplisit
  2. Mengintegrasikan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) ke dalam praktik mengajar guru dan gaya interaksi dengan murid
  3. Mengubah kebijakan dan ekspektasi sekolah terhadap murid
  4. Mempengaruhi pola pikir murid tentang persepsi diri, orang lain dan lingkungan.


TEKNIK STOP MENGEMBALIKAN DIRI PADA KONDISI SAAT DENGAN KESADARAN PENUH

Teknik STOP adalah salah satu teknik mindfulness yang dapat digunakan untuk mengembalikan diri pada kondisi saat ini dengan kesadaran penuh. STOP yang merupakan akronim dari : 

  • Stop/ Berhenti. Hentikan apapun yang sedang Anda lakukan.
  • Take a deep Breath/ Tarik napas dalam. Sadari napas masuk, sadari napas keluar. Rasakan udara segar yang masuk melalui hidung. Rasakan udara hangat yang keluar dari lubang hidung. Lakukan 2-3 kali. Napas masuk, napas keluar.
  • Observe/ Amati. Amati apa yang Anda rasakan pada tubuh Anda? Amati perut yang mengembang sebelum membuang napas. Amati perut yang mengempes saat Anda membuang napas. Amati pilihan-pilihan yang dapat Anda lakukan.
  • Proceed/ Lanjutkan. Latihan selesai. Silahkan lanjutkan kembali aktivitas Anda dengan perasaan yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan sikap yang lebih positif.





Share:

Sabtu, 24 Juli 2021

KERAJAAN ISLAM DI JAWA (PDF)

Untuk mempelajari tentang kerajaan-kerajaan islam di Pulau Jawa, silahkan pahami materi bacaan berikut. Masih banyak kerajaan-kerajaan islam di Pulau Jawa yang belum di tuliskan, namun kerajaan-kerajaan yang disebutkan merupakan kerajaan populer yang sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia

Share:

SELAMATKAN GENERASI DENGAN LITERASI


Indonesia adalah negara yang kaya. Merupakan suatu kebanggaan bagi kita memiliki wilayah luas dan potensi alam yang sangat menjanjikan. Selain potensi alam, Indonesia memiliki sumber daya manusia yang sangat besar, jumlahnya menempati urutan ke empat terbanyak di dunia, dimana 27% diantaranya adalah pemuda yang merupakan pelaku penting bagi tumbuh dan berkembangnya budaya inovasi dan kreatif.

Indonesia mengalami peningkatan jumlah penduduk usia produktif secara signifikan. Tren peningkatan ini dikenal dengan istilah bonus demografi. Bonus demografi merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia nonproduktif. Indonesia sendiri diprediksi akan mengalami puncak bonus demografi pada 2030 mendatang. (https://www.bkkbn.go.id/detailpost/bonus-demografi-meningkatkan-kualitas-penduduk-melalui-keluarga di akses tanggal 12 Juli 2018).

Kondisi ini juga merupakan potensi yang besar bagi bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju. Pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa produktivitas suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimilikinya.

Pemuda merupakan generasi produktif yang memiliki peran strategis bagi pertumbuhan dan kemajuan bangsa Indonesia karena mereka memiliki produktivitas tinggi di masyarakat untuk berkarya, berkreasi dan berinovasi.  Generasi muda merupakan pemegang tongkat estafet masa depan bangsa. Pemuda  merupakan generasi penerus dan pemimpin bangsa yang harus dipersiapkan dalam mencapai cita-cita bangsa.

Generasi muda atau sering disebut generasi milenial memiliki peranan besar sebagai subyek maupun sebagai obyek dalam pembangunan pada masa kini dan masa yang akan datang. Kompetensi dan daya saing pemuda merupakan bagian integral dari pembangunan karakter menghadapi tantangan global. Generasi muda Indonesia harus kompetitif  untuk menghadapi persaingan global. Tantangan global semakin berat seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi. Meningkatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi memberikan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Namun pada sisi yang lain membawa dampak negatif. Informasi-informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung dengan baik.

Penyalahgunaan narkoba saat ini sudah menjadi permasalahan bagi semua kalangan termasuk pemuda. Wilayah indonesia menjadi salah satu sasaran dari penyimpangan penyalahgunaan narkoba. Bahkan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Penanganan Narkoba 2015, pada Rabu, 4 Februari 2015, Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan, situasi sekarang sudah memasuki masa “darurat” narkoba. Ancaman bagi generasi muda menjadi momok yang harus kita atasi bersama.

Menurut BNN indonesia yang dikutip dari situs  (http://www.babesrehab-bnn.info/index.php/artikel/131-ancaman-narkoba-bagi-generasi-muda tanggal 12 Juli 2018),  Berdasarkan Laporan Survei Perkembangan Penyalah guna Narkoba di Indonesia Tahun 2014, diperkirakan berjumlah sebanyak 3,8 juta - 4,1 juta orang atau sekitar 2,10% - 2,25% dari total seluruh penduduk Indonesia usia produktif. Tahun 2015 jumlah penyalah guna narkoba diproyeksikan ± 2,8% atau setara dengan ± 5,1 - 5,6 juta jiwa dari populasi penduduk Indonesia usia 10-59 tahun.

Dalam hal ini mereka yang menjadi target pasar mereka adalah kalangan pelajar mahasiswa atau dengan kata lain generasi muda bangsa. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani maka akan timbul permasalahan yang lebih besar bagi bangsa kita dikemudian hari, karena memiliki generasi muda yang terbelenggu oleh narkoba.

Bukan hanya di kalangan generasi muda di perkotaan, bahkan sudah menjalar ke kalangan anak-anak di daerah pedesaan. Penyalahgunaan narkoba berpengaruh pada tubuh dan mental-emosional para pemakaianya. Jika semakin sering dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih maka akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan dan fungsi sosial di dalam masyarakat. Pengaruh narkoba pada generasi muda bahkan dapat berakibat lebih fatal, karena menghambat perkembangan kepribadiannya. Narkoba dapat merusak potensi diri, sebab dianggap sebagai cara yang “wajar” bagi seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan hidup sehari-hari. Penyalahgunaan narkoba merupakan suatu pola penggunaan yang bersifat patologik dan harus menjadi perhatian segenap pihak. Meskipun sudah terdapat banyak informasi yang menyatakan dampak negatif yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan dalam mengkonsumsi narkoba, tapi hal ini belum memberi angka yang cukup signifikan dalam mengurangi tingkat penyalahgunaan narkoba.

Untuk menyelesaikan penyimpangan masalah  sosial ini, saksi hukum bukanlah satu-satunya solusi dalam menangani problema ini. Perlu adanya  sinergisitas kita dalam memberantas bahaya narkoba yaitu adanya langkah-langkah kuratif dan preventif melalui pendekatan karakter terhadap  generasi milenial. Kerjasama kolektif antar-komponen sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah ini. Generasi muda yang menjadi target dari penyalah gunaan narkoba perlu diarahkan pada kegiatan positif dan kreatif.

Salah satu kegiatan positif yang bisa di aplikasikan adalah melakukan literasi. Istilah literasi dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Inggris literacy  yang secara etimologi berasal dari bahasa Latin literatus, yang berarti orang yang belajar. Dalam bahasa Latin juga terdapat istilah littera (huruf) yaitu sistem tulisan dengan konvensi yang menyertainya. (https://www.literasipublik.com/pengertian-literasi di akses tanggal 13 Juli 2018). Sedangkan menurut Mike Baynham (1995:9), pengertian literasi berdasarkan konteks penggunaanya yaitu bahwa literasi merupakan integrasi keterampilan menyimak, berbicara, menulis, membaca dan berpikir kritis.

Dalam hal sadar literasi, pemerintah sebenarnya sudah memulai sejak akhir tahun 2015. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah meluncurkan program unggulan bernama Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang bertujuan untuk menumbuhkan budi pekerti generasi muda melalui budaya literasi (membaca dan menulis). Program ini dibuat sebagai aplikasi pelaksanaan dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015.

Kegiatan utama literasi di samping menulis, membaca juga mengalami perubahan paradigma. Ditjen Dikdasmen (2016:2) menyatakan kajian mengenai literasi dalam tulisan ini lebih berfokus pada keterampilan membaca. Hal ini membuat para ahli membaca menyadari bahwa membaca merupakan kegiatan yang kompleks. Proses ini melibatkan kegiatan memaknai kata dan menghubungkannya dengan unit ide atau proposisi. Kemudian pembaca menghubungkan unit ide, memaknai detil informasi, dan membangun mikrostruktur dan makrostruktur atau yang diistilahkan sebagai “the mental representation that the reader construct of the text”.

Penerapan gerakan literasi bisa dilaksanakan di berbagai  ruang lingkup. Dalam dunia pendidikan ada gerakan literasi sekolah sedangkan di masyarakat bisa diterapkan gerakan literasi berbasis komunitas. Menurut Yanni (1995:40) menyatakan bahwa pembelajaran berbasis literasi dilakukan dengan mengembangkan gagasan atau ide melalui pengembangan pertanyaan-pertanyaan pada waktu menulis, kemudian mengembangkannya melalui keterhubungan antar-ide dan kontroversi dari setiap ide. 

Pembelajaran berbasis budaya literasi dalam dunia pendidikan memiliki keunggulan karena model literasi bukan hanya dimaksudkan agar siswa memiliki kapasitas mengerti makna konseptual dari wacana melainkan kemampuan berpartisipasi aktif secara penuh dalam menerapkan pemahaman sosial dan intelektual (White, 1985:56).

Pada Gerakan literasi berbasis komunitas sangat cocok untuk kalangan generasi muda. Ini bisa diwujudkan dalam komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang didirikan oleh masyarakat. Kegiatan literasi berbasis komunitas ini bisa menjadi tindakan preventif yang sangat efektif mencegah bahaya narkoba. Penyalahgunaan narkoba  biasanya berjenjang dan berkomunitas, namun perlu kita sadari bahwa penyalah gunaan narkoba dikalangan muda tidak lepas dari lemahnya pengawasan orang tua dan masyarakat. Dengan adanya komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) kegiatan komunitas generasi muda yang biasanya identik dengan image negatif akan menjadi positif.

Gerakan ini memberikan akses informasi kepada masyarakat guna mewujudkan pembelajaran sepanjang hayat. Berdasarkan riset bahwa dengan membaca kita dapat mengurangi dua kali risiko terserang penyakit Alzheimer (pikun). Dalam artikel kompas "Banyak Baca Bisa Hindari Risiko Alzheimer",   dikutip dari Smart-money.co, hasil riset terkini membuktikan bahwa otak menyukai tantangan. Nah, membaca merupakan kegiatan yang merangsang sel otak, salah satunya dendrit, yaitu komponen sel syaraf otak atau neuron. Kegiatan membaca, mengisi teka-teki silang, dan menulis terbukti mampu menurunkan gejala Alzheimer. Pasalnya, kegiatan itu dapat mengurangi akumulasi beta-amyloid atau protein berbahaya di otak yang ditemukan pada penderita Alzheimer. (https://biz.kompas.com/read/2017/08/31/154854128/banyak-baca-bisa-hindari-risiko-alzheimer. diakses tanggal 13 Juli 2018).

Selain membaca, kemampuan menulis dalam literasi juga sangat penting. Menulis dapat mengasah kepribadian atau budi pekerti seseorang. Inilah komponen yang sedang dibutuhkan bangsa ini sebagai bangsa yang multikulturalisme.Kita menyadari kebudayaan literasi di Indonesia belum tumbuh dan berkembang dengan sebagaimana mestinya. Memang membutuh waktu yang lama untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi atau budaya baca tulis masyarakat Indonesia. Berbagai upaya pun perlu dilakukan dalam rangka menumbuhkan kebudayaan baca tulis pada masyarakat Indonesia. Karena secara tidak langsung budaya literasi telah menempatkan bangsa-bangsa kearah untuk maju dan berkembang.

Namun, yang paling penting adalah membangun kesadaran bahwa budaya literasi ini merupakan salah satu faktor kunci dalam rangka kemajuan pendidikan dan peradaban. Oleh karena itu, masyarakat harus mulai menumbuhkan kesadaran untuk membaca dan menghindari perasaan takut untuk menulis karena dengan menulis bukan hanya menuangkan pikiran dan pengetahuan yang kita punya tetapi juga dapat berbagi pengetahuan kepada orang lain.

 (Oleh Silvi Asrilah & Dyenda Azzahra)

DAFTAR PUSTAKA

 

Baynham, Mike. 1995. Literacy Practices: Investigating Literacy in Social Contexts. London: Longman.

Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.(2016). Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta: Ditjen Dikdasmen.

White, James Boyd. 1985. “The Invisible Discourse of Law: Reflections on Legal Literacy and General Education.” Essay dalam Praticia L. Stock. Essays            on Theory and Practise in the Teaching of Writing. USA: Boynton Cook      Publisher Inc.

Yanni, Robert dan Pat C. Hoy (1995) The Scriber Handbook for Writing. Boston:             Allya & Bacon.

(https://www.bkkbn.go.id/detailpost/bonus-demografi-meningkatkan-kualitas-penduduk-melalui-keluarga di akses tanggal 12 Juli 2018 pukul 21.13).

http://www.babesrehab-bnn.info/index.php/artikel/131-ancaman-narkoba-bagi-generasi-muda tanggal 12 Juli 2018,

(https://www.literasipublik.com/pengertian-literasi di akses tanggal 13 Juli 2018 pukul 21:21).

https://biz.kompas.com/read/2017/08/31/154854128/banyak-baca-bisa-hindari-risiko-alzheimer.

 

 

Share:
Guru Sejarah Muda. Diberdayakan oleh Blogger.

GALERI GAMBAR

GALERI GAMBAR
Stupa Borobudur